Whey tahu merupakan limbah cair industri tahu dengan kandungan protein dan laktosa cukup tinggi, namun selama ini dibuang begitu saja dan mencemari lingkungan. Padahal, whey tahu dapat difermentasi menjadi minuman probiotik yang menyehatkan. Peneliti Universitas Jember mengembangkan formula minuman fungsional berbasis whey tahu yang difermentasi dengan bakteri asam laktat (Lactobacillus plantarum atau Lactobacillus casei). Untuk meningkatkan cita rasa dan nilai fungsional, ditambahkan ekstrak jahe merah yang dikenal kaya gingerol dan shogaol dengan aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi tinggi. Hasilnya adalah minuman dengan rasa asam segar khas fermentasi, sedikit pedas hangat dari jahe, mengandung probiotik hidup, serta senyawa bioaktif imunomodulator. Inovasi ini mengubah limbah pencemar menjadi minuman kesehatan bernilai ekonomis.
Related Posts
🎓 Tutorial Praktis: FinTech Payment Systems – Cara Menggunakan dengan Efektif
- admin
- Februari 5, 2026
- 2 min read
- 0
Cara Implementasi Telemedicine Platforms untuk Bisnis Indonesia 2026-2027
- admin
- Februari 22, 2026
- 4 min read
- 0
Manajemen Krisis & Public Relations untuk Perusahaan Teknologi
- admin
- Januari 21, 2026
- 1 min read
- 0