Whey tahu merupakan limbah cair industri tahu dengan kandungan protein dan laktosa cukup tinggi, namun selama ini dibuang begitu saja dan mencemari lingkungan. Padahal, whey tahu dapat difermentasi menjadi minuman probiotik yang menyehatkan. Peneliti Universitas Jember mengembangkan formula minuman fungsional berbasis whey tahu yang difermentasi dengan bakteri asam laktat (Lactobacillus plantarum atau Lactobacillus casei). Untuk meningkatkan cita rasa dan nilai fungsional, ditambahkan ekstrak jahe merah yang dikenal kaya gingerol dan shogaol dengan aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi tinggi. Hasilnya adalah minuman dengan rasa asam segar khas fermentasi, sedikit pedas hangat dari jahe, mengandung probiotik hidup, serta senyawa bioaktif imunomodulator. Inovasi ini mengubah limbah pencemar menjadi minuman kesehatan bernilai ekonomis.
Related Posts
Membandingkan CRISPR Gene Editing dan Personalized Medicine: Panduan Memilih 2026-2027
- admin
- Maret 14, 2026
- 4 min read
- 0
Sukses Story: Adopsi Personalized Medicine untuk Transformasi Digital 2026-2027
- admin
- Maret 13, 2026
- 5 min read
- 0