Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah dengan tantangan ketersediaan air dan akses listrik terbatas. Teknologi irigasi tetes otomatis berbasis tenaga surya menawarkan solusi tepat guna. Sistem ini terdiri dari panel surya sebagai sumber energi, pompa air DC, jaringan pipa tetes, serta sensor kelembaban tanah yang ditanam di area perakaran tanaman. Sensor mengirim data ke mikrokontroler yang telah diprogram dengan ambang batas kelembaban optimal untuk tanaman tertentu. Ketika kelembaban turun di bawah ambang, katup otomatis terbuka dan pompa menyala, mengalirkan air langsung ke zona akar melalui emitter tetes. Air diberikan tepat jumlah dan waktu yang dibutuhkan, meminimalkan kehilangan akibat evaporasi dan runoff. Implementasi di lahan petani demonstration plot menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air hingga 40 persen dan peningkatan hasil panen jagung dan kacang-kacangan signifikan, memberdayakan petani di daerah kering.
Related Posts
Case Study: Bagaimana Wearable Diagnostics Meningkatkan Efisiensi 2026-2027
- admin
- Februari 23, 2026
- 4 min read
- 0
Tutorial CRISPR Gene Editing: Langkah-langkah Implementasi 2026-2027
- admin
- Maret 20, 2026
- 4 min read
- 0
Membuat “Business Model Canvas” yang Efektif 2026 untuk Startup dan Rencana Bisnis
- admin
- Januari 26, 2026
- 4 min read
- 0