Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah dengan tantangan ketersediaan air dan akses listrik terbatas. Teknologi irigasi tetes otomatis berbasis tenaga surya menawarkan solusi tepat guna. Sistem ini terdiri dari panel surya sebagai sumber energi, pompa air DC, jaringan pipa tetes, serta sensor kelembaban tanah yang ditanam di area perakaran tanaman. Sensor mengirim data ke mikrokontroler yang telah diprogram dengan ambang batas kelembaban optimal untuk tanaman tertentu. Ketika kelembaban turun di bawah ambang, katup otomatis terbuka dan pompa menyala, mengalirkan air langsung ke zona akar melalui emitter tetes. Air diberikan tepat jumlah dan waktu yang dibutuhkan, meminimalkan kehilangan akibat evaporasi dan runoff. Implementasi di lahan petani demonstration plot menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air hingga 40 persen dan peningkatan hasil panen jagung dan kacang-kacangan signifikan, memberdayakan petani di daerah kering.
Related Posts
Brief #10: Social Commerce: Mengapa Belanja di TikTok dan Instagram Mengalahkan Marketplace Tradisional
- admin
- Maret 24, 2026
- 3 min read
- 0
Cara Implementasi Organ-on-chip untuk Bisnis Indonesia 2026-2027
- admin
- April 11, 2026
- 1 min read
- 0