Kadar vitamin C dalam buah bervariasi dan konsumen ingin mengetahuinya untuk memenuhi kebutuhan harian. Metode titrasi iodimetri sederhana namun kurang praktis di lapangan. Sensor elektrokimia berbasis elektroda sekali pakai menawarkan kemudahan. Elektroda karbon layar cetak dimodifikasi dengan carbon nanotube yang meningkatkan luas permukaan dan katalisis oksidasi asam askorbat (vitamin C). Sampel jus buah diencerkan, diteteskan ke elektroda yang terhubung dengan pembaca mini via port audio smartphone. Aplikasi akan memandu pengukuran voltametri siklik dan menghitung konsentrasi vitamin C. Prototipe Universitas Gadjah Mada ini memiliki rentang deteksi 10-500 mg/L, akurasi tinggi, dan hasil dalam 2 menit. Konsumen dapat menguji sendiri kesegaran jus atau membandingkan kadar vitamin C berbagai buah di pasar.
Related Posts
Digital Ethics Certification: Sertifikasi Profesional untuk Praktisi Teknologi Etis
- admin
- Januari 26, 2026
- 1 min read
- 0
Gastronomi Forensik – Makanan sebagai Alat Investigasi dan Rekonstruksi Sejarah
- admin
- Januari 27, 2026
- 1 min read
- 0